Menu Close

Hikmah Kematian Dalam Islam

Dalam berkehidupan manusia memiliki dua fase yang akan di lalui, yaitu kehidupan di dunia dan akhirat. Agama telah menjelaskan bahwa kehidupan di dunia merupakan sementara saja, Setelah manusia menjalani kehidupan di dunia. Manusia akan menjalani kehidupan yang kekal yaitu kehidupan alam akhirat. Setelah mengalami fase kematian, pada saat itulah ia telah menuju fase kehidupan yang kekal.

Puncak dari kehidupan seseorang tidak akan bisa terlepas dari yang namanya kematian, Semua makhluk hidup di muka bumi pada akhirnya akan mengalami masa kematian. Kematian itu sendiri merupakan batas paling akhir dari semua kehidupan makhluk hidup yang ada di dunia. Pernahkah Kamu mendengarkan Khutbah tentang kematian? Lalu mengapa banyak orang mengatakan jika kematian memiliki arti istirahat dengan tenang? Dan tahukah Kamu beberapa firman Allah tentang kematian? Dibawah ini terdapat beberapa firman Allah SWT yang menjelaskan peritiwa kematian.

Ini Firman Allah SWT Yang Menjelaskan Peritiwa Kematian.

Pixabay.com
  • “Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya, pada hari kiamat sajalah disempurkan pahalamu.” QS. Ali Imran ayat 185. Kematian datang secara tiba-tia dan tidak dapat dihentikan.
  • Dalam surat Yunus ayat 49 Allah SWT berfirman “bagi setiap umat ada ajal, ketika ajalnya telah tiba, maka mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.
  • Sedangkan dalam surat Al-Jumuah ayat delapan Allah SWT berfirman “walaupun berusaha lari mereka tidak akan lepas dari kematian.”

Hal ini menjadi letak pentingnya bagi manusia tentang pentingnya mengingat perstiwa kematian. Rasulullah bersabda dalam sebuah hadist “perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan: yaitu kematian.” HR. at-Tirmidzi). Pesan tersebut sangatlah penting untuk diingat oleh setiap manusia jika ingin selamat pada kehidupan dunia dan akhirat. Kematian adalah peristiwa yang tidak bisa dihindarkan bagi mereka yang bernyawa.

Menurut Imam Al-Ghazali, mengingat kematian bisa mengobati jiwa yang sakit serta bisa membangun kembali energy batin yang mulai tidak berdaya. Semakin sering manusia mengingat akan kematian maka semkain meningkat ketekunan serta keoptimisannya dalam menjalankan ibadah dan syariat Agama. Disamping itu menjadikan manusia menjadi semakin ikhlas beramal dan berbuat kebaikan. Meskipun demikian tahukah Kamu, terdapat tiga kategori manusia terkait dengan kematian. Diantaranya adalah sebagai berikut.

Ini Dia Tiga Kategori Manusia Terkait Dengan Kematian

Pixabay.com
  • Seseorang yang lupa akan hari kematian. Seseorang yang melipakan hari kematian, mereka akan sulit melepas diri dari nafsu dunia yang bisa menjerumuskan
  • Selain itu, manusia mudah lupa dengan kesadaranya terhadap kematian. Pada masa tertentu mereka bisa bertaubat, namun dikemudian hari mudah melupakanya kembali.
  • Seseorang yang senantiasa mengingat hari kematian akan di hindarkan dari perkara yang kurang baik bagi dirinya. Begitu juga sebaliknya, apabila seseorang sulit menyadari bahwa hidup itu hanya sementara, mereka akan dengan mudah tergelincir pada kedzoliman.

Setelah peristiwa kematian berlangsung, terdapat fitnah kubur serta azab kubur. Fitnah kubur berupa pertanyaan-pertanyaan di dalam kubur mengenai siapa Tuhan, Agama, serta Nabinya. Bagi orang yang beriman, Allah SWT akan memudahkannya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sedangkan, bagi orang kafir tidaklah dia bisa menjawab pertanyaan-peranyaan tersebut. Maka akan dihamparkan neraka baginya, maka hawa panas akan menyelimuti kuburannya serta bau busuk akan menyeruak dari kuburannya.

Mengingat kematian sama seperti halnya menjadikan peristiwa kematian sebagai sarana untuk mencegah perbuatan yang terlalu mengedepankan hawa nafsu, serta bisa melembutkan hati. Semoga bisa meberikan pandangan yang bermanfaat, terimakasih.